Cerita dari Kanada

Standard

Hari ini ibu kost balik ke Jakarta, setelah berada di Kanada selama 3 minggu dan 1 minggu terakhir di Hongkong, mengunjungi anak2nya di dua negara tersebut. Di Kanada, ibu mengunjungi seseorang yang sudah dianggap anaknya sendiri.

Aku selalu suka mendengar cerita dari ibu, karena biasanya yang diceritakan adalah hal yang baik, kisah kerja keras dan perjuangan. Kali ini cerita yang aku dengar adalah tentang seorang perempuan yang ibu jumpai di Kanada.

Sebut saja namanya Ria, perempuan dari Purbalingga, teman dari anak angkat ibu di Kanada. Tanggal 24 Juni kemaren Ria melangsungkan pernikahan kedua-nya dengan seorang pria Kanada. Sebelumnya Ria pernah menikah dengan pria Spanyol, yang keluarganya besarnya berada di Kanada. Ternyata mantan suaminya ini seorang pemabuk, tidak kerja pula. Ibu mertua Ria merasa kasihan padanya, dan mengusahakan baginya sebuah tempat dan pekerjaan di daerah lain, meskipun itu adalah as maid. Ria jadi pembantu di sebuah rumah, tapi tidak tinggal di rumah tsb. Jadi datang pagi dan sore pulang. Sebelum menikah dengan suami pertama, Ria pernah kerja di Taiwan.

Majikannya yang terakhir adalah seorang pengusaha yang sudah menduda selama 4 tahun. Dia melihat Ria bisa mengurus anaknya dengan baik, dan akhirnya memutuskan untuk menikahi Ria. Apakah cinta yang melandasi pernikahan ini, aku tidak tahu, karena aku yakin ibu juga tidak tau.

Selesai mendengar cerita ibu, aku hanya bergumam ‘wow’ dalam hati. Dari PRT menjdi nyonya, seperti dongeng saja. Aku melihat foto kedua mempelai tersebut, dan wajah mereka bahagia. Ria dengan kulit indonesia-nya (yang mungkin sangat eksotis bagi orang bule sana) tersenyum bahagia dikelilingi oleh beberapa teman2nya yang berasal dari Indonesia.

Pasti Ria seorang wanita yang tegar dan kuat. Jadi TKI di Taiwan, menikah dengan pria asing dan akhirnya bercerai, kemudian akhirnya menikah lagi. Siapa yang dia hubungi saat berada dalam masa2 terpuruk kala itu, sedang keluarga jauh di Indonesia. Bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan hak-nya saat dia bercerai dan itu terjadi di negeri orang? Aku tidak bisa membayangkan bila itu terjadi padaku.

Semoga kisahnya akan tetap manis seperti saat ini. Meskipun aku tidak mengenalnya sama sekali, tapi sekelumit kisah hidupnya menyadarkan aku untuk jangan pernah menyerah, dan harus selalu optimis bahwa selalu akan ada kebaikan di balik segala hal buruk yang (mungkin) aku alami.

2 responses »

  1. Ria …ibu tidak mengenalmu juga.

    Tuhan selalu terikat dengan orang benar,….. rendah hati dan tulus., …..seperti Yusuf di istana Firaun.
    Seperti Nabi Ibrahim.

    Apa yang tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah diingini oleh hati … maka Allah akan menyediakan kepada orang yang mengasihiNya.I Korintur 2 ayat 9.

    Berbuat yang terbaik kepada sesama , sama dengan berbuat untuk Tuhan.
    maka ……. tunggu dan nantikan, Mujizat terjadi seperti pada sdr RIA.

    Allah tidak pernah diskriminasi , semua kita disayangiNya….
    Asal kita baik dan Mengasihi sesama.

    Salam perkenalan untuk Ndepurba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s