Kita adalah karunia

Standard

ketik ulang dari satu halaman dalam skripsi aku dulu, yang aku ambil dari salah satu buku yang dipinjamkan ibu rohaniku (lupa judulnya apa) 8 tahun yang lalu🙂

Orang lain adalah karunia dari Tuhan bagi saya. Mereka terbungkus, ada yang indah ada pula yang biasa-biasa saja. Sebagian rusak dalam pengiriman, yang lain datang dengan ‘titipan kilat’. ada yang terbungkus kedodoran, ada yang terbungkus rapat. Tetapi, perlu diingat bungkus bukanlah hadiahnya. Kadang-kadang orang terlalu mudah untuk membuat kesalahan: menilai isi dari bungkusnya.

Kadang-kadang hadiah tadi dapat terbuka dengan mudah, kadang perlu pertolongan orang lain. Barangkali hal itu disebabkan karena mereka takut. Barangkali karena mereka pernah terluka sebelumnya, dan tidak ingin terluka lagi. Mungkin mereka pernah membuka diri tetapi diacuhkan. Mungkin sekarang mereka kelihatan lebih menyerupai ‘barang’ daripada seorang ‘pribadi manusia’.

Saya seorang pribadi, seperti setiap orang lain, saya juga merupakan karunia atau hadiah. Tuhan mengisi saya dengan suatu kebaikan khas yang hanya merupakan milik saya. Namun, kadang-kadang saya takut melihat ke dalam pembungkus saya. Mungkin saya cemas dan kuatir akan kecewa. Mungkin saya kurang yakin pada diri saya. Atau, barangkali saya tidak pernah betul-betul mensyukuri keberadaan saya.

Setiap pertemuan dan berbuka diri antarpribadi adalah arena tukar-menukar karunia. Saya memberikan diri saya kepada anda, dan anda memberikan diri anda kepada saya. Kita adalah karunia, satu bagi yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s