Yogya #1

Standard

Yogya berubah banget…

Aku dapat kesempatan untuk berkunjung ke Yogya lagi, setelah terakhir ke sana tahun 2004. Ada dinas kantor ke Yogya, Solo dan Semarang pada hari Senin – Selasa, sehingga aku putuskan untuk menikmati Yogya mulai dari hari Sabtu.

Namanya juga dibayari kantor, naik garuda donk.. secara airasia maniac jadi rada udik naek garuda dengan mental airasia. Satu, aku baru tau ada yang namanya Seat Request, yaitu kita bisa dari awal pesan pengen duduk di kursi no berapa. Aku manfaatkan fasilitas itu, dapat nomoe 12F dan 6F (untuk balik dari Jakarta). Dua, pas cek-in, pemandangannya juga beda, banyak yang bertubuh tinggi, rambut pirang alamim heheheh.. biasanya selama in liat pribumi. Tiga, executive louge di terminal 2 jauh lebih OK dibanding terminal 1🙂

Saat di pesawat, aku bersebelahan dengan seorang perempuan muda berambut panjang. Titi Kamal? BUKANNN..🙂 Awal obrolan kami dimulai olehnya ‘maaf, boleh minta tolong bukain HP saya? dari tadi saya coba buka ga bisa, padahal saya harus ganti simcard, karena itu pake nomor singapore’ tanyaya sambil menyodorkan HP Sony Ericsson miliknya. Aku ambil, liat bagian belakang HP, slide down.. terbuka lah tuh HP🙂

Dari situ kami mule ngobrol. Ternyata dia TKW di Singapore, sudah 6 tahun di sana, dan sekarang dia lagi cuti 2 minggu, ini kepulangannya kedua selama bekerja di Singapore. Menurutnya, majikannya baik lah, meskipun rada protektif thdnya. Majikannya ialah sepasang suami istri India yang sudah cukup tua, dan kedua anaknya bersekolah di Amerika dan London (jadi ingat ibu kost). Penerbangan selama 1 jam ga gitu terasa karena kami ngobrol terus, meskipun sempat  dagdigdug karena cuaca buruk membuat pesawat cukup bergoncang. Setelah mendarat baru aku tau nama teman ngobrol sepanjang penerbangan. Perkenalkan, Rokhayati🙂

Tiba di Bandara AdiSucipto, sms dari turang Arya masuk. Wah, dia berbaik hati menjemput. Dan kita langsung makan BPK Mergasilima, ntah dimanalah itu tempatnya, tapi enak. Sepertinya Arya sering ke t4 itu dengan pacarnya, karena si penjual menanyakan siapa aku🙂 Selesai makan kami meluncur ke Hotel Ishiro yang sengaja kupilih karena dekat dengan kost ku dulu. Hotelnya biasa aja ternyata, namanya juga bintang 1.

Istrahat sebentar sambil coba telp bbrp orang yang kebanyakan tidak bisa dihubungi😦 Cukup lama ngobrol dengan Denny. Mandi, kemudian aku siap mengelilingi komp swakarya.

Daerah kost-ku di Gg. Madusari ga banyak berubah, bahkan kost2anku tidak ada yang berubah apapun bangunannya, namun Gg. Udan Mas tempat Denny kost dulu sangat signifikan perubahannya, rata2 kost di situ jadi kost mewah. Masuk ke jalan utama swakarya, lebih terasa lagi perubahannya, banyak bangunan baru, dan banyak sekali usaha laundry kiloan, rata2 harganya 2.500/kg.

Jalan terus hingga sampai di selokan depan fak. kehutanan, itu juga berubah, warung kaki lima semakin banyak di depan fakultas kehutanan, dan di seberangnya semakin banyak toko/warung, bahkan cafe. Jalan terus dan akhirnya berbelok ke arah jalan kaliurang. Melihat setiap jengkal jalan yang dulu begitu akrab bagiku, aku hanya menemukan sedikit toko/warung yang masih bertahan, salah satunya Nasi padang ‘pondok bello’ pas di mulut Jl. Swakarya🙂

Cukup jauh aku jalan sampai akhirnya aku masuk internet ini dan menuliskan hari pertama aku di yogya. Dan sekarang aku bingung, gimana cara balik ke hotel. Jalan kaki, naik becak, naik ojek??🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s