hari-hari

Shopping Time

When Saturday comes, it means shopping time!!

Kayaknya seru banget ya kalo tiap Sabtu bisa shopping, hehheh.. well, belanja ala gw di hari Sabtu adalah belanja barang dagangan di Pusat Pasar (PP a.k.a Sambu atau Sentral) 😀

Hari ini (13 Mei 2017) agak rekor juga jumlah toko yang gw datangi: 12 toko! Sebenarnya ada 5 toko lain yang gw datangi karena nyari meja khusus untuk menyetrika. Jadi total jendral 17 toko. Pantes rasanya kaki gw gempor.

Menjelang tengah hari gw nyampe di PP, untung ga pake mutar-mutar lama untuk dapat tempat parkir. Sekitar jam 3 sore gw selesai transaksi di PP, lanjut ke daerah Jl. Cirebon untuk beli barang-barang aksesoris. Cuma transaksi di 3 toko, tapi ga terasa hampir 3 jam juga gw berada di kawasan ini. Jam 6 sore baru gw selesai belanja, itu pun karena toko yang gw incar sudah tutup, hihihi.. Untung masih sempat beli mie pecal sayur plus sate jengki 3 tusuk sebagai late lunch yang gw makan sepanjang perjalanan pulang. Loh, kan nyetir, gimana bisa makan? Tenang.. gw baru ngunyah pas lagi berhenti di lampu merah kok, hehehe…

Sampai toko sekitar jam 7 malam, badan kayak rontok rasanya. Pantas aja lah ya, dari jam 11 siang sampai 6 malam asik keluar masuk toko aja gw. Tapi hati senang kok, apalagi kalo Sabtu depan belanja barang yang sama lagi, itu artinya barang belanjaan gw laku terjual 🙂

Mau keliling PP dengan gw Sabtu depan? Gw traktir sate jengki deh 😉

hari-hari

Melewatkan Kesempatan

Hari ini aku makan siang terlambat, hampir jam 4 sore ketika aku tiba di warung makan langganan, warung Soendari.  Aku pesan nasi + ayam goreng (ku suka dengan sambal pedas warung ini) dan segelas teh manis dingin. 

Di tengah asiknya menikmati menu sembari tangan kiri sibuk pencet-pencet tombol hp, datang seorang pria (mungkin umurnya sekitar 25 tahun) menawarkan barang dagangan yang lagi ditentengnya, yaitu lemari plastik gantung yang bisa dipakai untuk menyimpan sepatu atau kosmetik. Secara cepat aku menggeleng untuk menolak barang dagangannya itu. 

Lalu pria ini berkata ‘dari tadi pagi belum ada laku daganganku ini kak.. haus aku. Boleh aku minta teh manis kak?’. Minta maksudnya dibelikan teh manis. 

Cuaca di Medan hari ini memang panas banget, wajar kalau dia kehausan. Tampilan pria ini ga ada yang mencurigakan, tas ransel yang dibawanya tampak seperti banyak isinya. Dia melepaskan jaket yang dipakainya, dan duduk di sudut depan paling kiri , diagonal 2 meja dari tempat aku duduk. 

Aku panggil kakak penjaga warung, minta dibuatkan satu lagi teh manis dingin untuk pria ini. Lalu aku tanyakan kepada pria ini: ‘mau sekalian makan ga?’. Pasti dia lapar kalo belum makan siang. Dijawabnya ‘jangan kak, nanti kakak terlalu rugi..’.

Aku tidak memaksakan dan juga tidak bilang kalo sebenarnya aku ingin membayar makanannya kalo memang dia mau makan. Dalam hati aku berniat ntar pas bayar akan minta ke mbak warung untuk menyediakan makan bagi pria ini.

Aku tidak berusaha untuk membuka obrolan dengan pria ini, padahal aku juga udah tidak terlalu konsen dengan hp ku. Ketikan minumannya datang, tidak langsung diminumnya. Dia melihat ke aku seakan minta ijin untuk minum. Aku bilang ‘silahkan diminum teh nya..’. 

Ga hitungan lama segelas es teh manis itu berpindah tempat. Lalu, pria ini seperti akan bersiap-siap untuk pergi. Sekali lagi aku tanya: ‘yakin ga mau makan dulu?’ Dia menggeleng, bilang ‘saya ga selera makan kak, karena belum ada laku barang dagangan ku ini. Nanti kalo sudah laku, baru saya makan. Terima kasih ya, kak’. Dan dia pun ke luar dari warung makan.

Aku juga sudah selesai makan. Aku merasa seperti melewatkan kesempatan untuk menolong pria ini. Sempat terpikir kenapa ga kubeli aja lemari gantung itu? Aku ada bawa uang 75rb di kantong. Tapi aku memang ga memerlukan lemari plastik ini. Hatiku bertanya lagi, kenapa tadi tidak kau ‘paksakan’ saja dia untuk makan? Aku tidak tahu, tadi itu aku tidak merasa harus memaksanya untuk memesan makanan.

Pun begitu, pria ini seakan menunjukkan bahwa dia masih punya harga diri ketika menolak tawaranku untuk makan. Dia hanya meminta apa yang dia butuhkan saat itu (segelas teh manis dingin di tengah udara yang sangat panas, dan mungkin ini pun karena sudah terpaksa banget) dan tidak mengambil tawaran seporsi menu makan siang yang bisa dinikmatinya gratis. 

Aku jadi sedih dan malu. Sepertinya aku kurang peka. Sepertinya aku melewatkan kesempatan yang sering aku minta dalam doa: ‘.. jadikan aku saluran berkatMu, ya Tuhan’.

enlightened

Bahagia ini siapa yang punya? :)

Tulisan ke-2 di tahun 2017. Makin tak produktif aja aku ini. Tulisan pertama di bulan Januari, tulisan kedua di bulan April. Bagooos!

Kemaren lihat foto terbaru teman di Facebook. Foto ulang tahunnya. Moment ultah-nya akan selalu menjadi reminder ‘anniversary’ blog-ku ini. Yes, my first posting in this blog was about his birthday 🙂

Pengen banget aktif menulis lagi, rajin travelling lagi, melakukan dua hal ini biasanya bisa memberi rasa bahagia di hatiku, di samping hal-hal lain yang juga memberikan rasa kebahagiaan yang sama ya.. Kalau aku pikir/renungkan lagi, apa ya yang bisa membuat hidup ini terasa bahagia, layak untuk dinikmati? Keluarga, pasangan hidup, teman/sahabat yang baik, penghasilan yang berlimpah, berat badan yang ideal, pengenalan seumur hidup tentang Tuhan, travelling, dst.. Mungkin bisa jadi tak terhitung.

Dengan semua hal-hal yang sampai tak terhitung itu dan aku tetap merasa tak bahagia? Jangan-jangan yang kulakukan selama ini hanya menjadi rutinitas yang aku tidak tahu ujungnya/akhirnya seperti apa. Well, manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Tapi, sepertinya aku pun sudah lupa untuk merencanakan hal-hal yang ingin aku lakukan untuk mengisi dan merayakan kehidupan ini.

Membaca dan melihat status, foto atau pun video yang di-share orang di media sosial, menimbulkan banyak hal dalam hati: bisa bahagia, sedih, iri, bersyukur, inspirasi. Bukankah ini membuktikan bahwa ada banyak hal yang bisa direncanakan dalam hidup ini? Meskipun akhirnya daftarnya jadi terlalu panjang sehingga tidak tahu mana yang jadi prioritas ataupun tidak bisa lagi membedakan (malas untuk membedakan, tepatnya) mana kebutuhan ataupun keinginan.

Kebahagiaan itu hanya kita sendiri yang bisa merasakan, dan hati kita yang paling tahu apa benar kita bahagia atau pura-pura berbahagia. Hanya kita sendiri yang menciptakan kebahagiaan itu, bukan orang lain. So, kalau lagi merasa tidak berbahagia, jangan menyalahkan orang lain 🙂

 

enlightened · kisah

Hello 2017

Hello 2017.

I am so blessed. Sepuluh hari terakhir di tahun 2016 aku habiskan di Holyland, kesempatan dan pengalaman berharga yang Tuhan berikan untukku.

Aku memasuki tahun 2017 di dalam pesawat yang mendarat pas jam 00.00 di Kuala Lumpur International Airport, bagian dari perjalanan kembali ke Indonesia dari Holyland. So, ga ada donk ibadah tutup/buka tahun yang aku ikuti. But amazingly, aku mendapatkan ayat Alkitab pertama tahun 2017 justru dari film Korea yang ditonton kak Farida Ariani di pesawat, teman seperjalanan ke Holyland. Ada satu ayat alkitab yang disampaikan di scene terakhir film tersebut. Bayangkan, ayat Alkitab dari film Korea 😀

Yohanes 16:33 (Yesus berkata) “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Tanggal 3 Januari 2017 keluarga besar Sembiring Brahmana (keluarga mamak) berkumpul di rumah Gia, walaupun tuan rumah sebenarnya Bi Uda, acara rutin di setiap awal tahun. Semula direncanakan acara ini akan diadakan sambil rekreasi ke daerah Silalahi, namun karena banyak keluarga yang lagi mengalami masa duka (mertua meninggal, ada yang baru selesai operasi, paman masih sakit, dll) akhirnya diadakan di rumah Gia saja.

Dalam acara ini diadakan kebaktian sederhana dan Pdm. Kiprus membagikan Firman Tuhan yang cukup mudah untuk dipahami.

Apa yang menunjukkan bahwa kamu adalah anak Allah?

I Yohanes 4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi ,  sebab kasih itu berasal dari Allah ; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru  kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Kasih adalah ciri utama dari Yesus Kristus, dan begitu juga seharusnya aku sebagai pengikutNya. Kasih itu tanda pengenalku sebagai anak Allah dan juga tanda pengenalku sebagai muridNya.

Kasih itu terdengar indah, namun sering perlu pengorbanan untuk melakukannya. Tetap harus mengasihi dalam keadaan tersulit sekalipun, kepada orang asing yang belum dikenal bahkan kepada orang yang mungkin menyakiti kita. Mengasihi adalah perintah dari Yesus Kristus, bukan himbauan, jadi mengasihi adalah satu kewajiban yang harus aku lakukan bila mengaku diriku sebagai muridNya.

Sebagaimana Tuhan tidak akan membiarkanku dicobai melampaui batas kekuatanku, DIA pasti juga memampukanku menjalankan perintahNya ini dengan sempurna.

Selamat Tahun Baru 2017. KasihNya menguatkan selalu.

@ Jerusalem
@ Jerusalem

 

hari-hari

Coach

Akhirnya gw punya branded bag, jenis tas sandang, merk-nya Coach. Asli dari Amrik. Titip sama kakak yang trip ke sana. Harganya? Menohok. Padahal udah diskon abis-abisan. Normal price 295 dolar, diskon khusus model tertentu sehingga jadi 200 dolar, dapat diskon lagi 50% Karena belinya pas sale day. Jadi dapat harga net-nya 100 dolar, kalo di-rupiah-kan jadi Rp1.350.000,- . Glekkk… Gimana kalo harga normal?

Untuk jenis shoulder bag (tas sandang), paling banter gw punya tas yang harganya maksimal Rp250.000,-. Itu pun menurut gw dah mahal. Pernah punya tas harga hampir 500rb rupiah, tapi itu tas ransel. Gw beli 5 tahun yang lalu pas lagi sering-seringnya nge-trip. Cuma ternyata, model  ransel ini bikin gw ribet sendiri, kebanyakan tali di sana sini. Akhirnya cuma dipakai 2-3 kali. Sekarang tuh ransel udah dengan pemiliknya yang baru, dijual via bukalapak beberapa bulan lalu, hahaha..

Back to branded bag, apa mungkin karena harganya yang mahal, maka tampaknya tas ini kelihatan lebih cakep, terasa lebih berkualitas bahannya, dan lebih membuat gw pede. Halah! Menurut kakak gw, bisa kalap belanjanya pas lagi sale gitu, padahal kakak gw juga bukan penikmat branded bag juga. Tapi katanya jauh lebih murah dibanding beli di Indonesia (ya iyalah, ga kena pajak impor). Padahal kalau bukan pecinta/kolektor tas, beli banyak untuk apa? Branded bag ini bukan kebutuhan (bagi gw).

Semoga tas ini tidak menimbulkan addict.

Natal · travelling

Trip Yerusalem

Hello November! Terasa cepat ya waktu ini berlalu. Persiapan Natal sudah mulai tampak dan terasa. Aku lihat ada rumah makan yang sudah pasang pohon Natalnya 😀

Tahun ini, jika Tuhan berkenan, aku akan mengingat peristiwa malam Natal di kota kelahiran Yesus. Yes.. di kota Betlehem.

Sebenarnya agak mendadak keputusan untuk berangkat trip Yerusalem di tahun ini. Rencana untuk ziarah rohani ini sudah lama ada, namun bukan sesuatu yang mendesak untuk dijadikan nyata. Mengucap syukur mendapat lampu hijau dari atasan di kampus aku bias off selama 2 minggu sehingga bisa berangkat trip ini. Langkah berikutnya yang telah dilakukan adalah membayar down payment ke EO-nya.

Untuk trip kali ini akan dipandu oleh Bethany Travel, EO yang direkomendasikan oleh kakakku yang tahun lalu menggunakan EO ini trip ke Yerusalem. Nama trip-nya ‘Light of Jerusalem’. Berdasar itinerary yang sudah kudapatkan, berikut ini lokasi-lokasi yang akan dikunjungi selama trip ini:

          Gunung Nebo (Ulangan 34:1-12), tempat di mana nabi Musa melihat tanah yang dijanjikan Allah bagi Bangsa Israel.

          Tabgha (Yohanes 6:1-15), tempat Yesus menggandakan 5 roti dan 2 ikan.

          Gereja St. Peter Primacy (Yohanes 21:15-19), tempat Yesus meminta Petrus menggembalakan domba-dombaNya.

          Kota Kapernaum (Markus 2:1-12), tempat Yesus paling banyak mengadakan mukjizat.

          Bukit Sabda Bahagia (Matius 5:1-12), tempat Yesus mengajarkan tentang Sabda Bahagia.

          Danau Galilea (Matius 8:23-27), tempat Yesus berjalan di atas air dan menghardik badai.

          Gunung Tabor (Lukas 9:28-36), tempat Yesus dipermulikan dengan diapit oleh nabi Musa dan nabi Elia.

          Yordenit (Matius 3:13-17), untuk mengenang pembabtisan Yesus oleh Yohanes Pembabtis.

          Gereja Kana (Yohanes 2:1-11), tempat Yesus mengadakan mukjizat pertama kali.

          Rumah Keluarga Kudus (Matius 2:19-23)

          Church of Announciation (Lukas 1:26-38), tempat di mana Maria menerima kabar sukacita tentang kelahiran Yesus Kristus.

          Gereja Stella Maris (I Raja 18:1-4), melihat gua tempat nabi Elia bersembunyi

          Gunung Karmel (I Raja 18), tempat nabi Elia melawan 450 nabi Baal

          Tembok Ratapan

          Gereja St. Anna, gereja yang didirikan di atas rumah orangtua Maria

          Kolam Bethesda (Yohanes 5:1-18), tempat Yesus menyembuhkan orang lumpuh

          Menyusuri Via Dolorosa, Gereja Makam Kudus (Yohanes 19:16-27)

          Bukit Zaitun, Chapel of Ascension (Kisah 1:6-11), tempat Yesus terangkat ke sorga

          Pater Noster Church (Lukas 11:2-4), tempat Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami

          Dominus Flevit Church (Matius 23:37-39), tempat Yesus menangisi kota Yerusalem

          Taman Getsemane (Lukas 22:39-46), tempat Yesus melewatkan saat-saat terakhirnya sebelum ditangkap tantara Romawi.

          Kuburan Kosong (Yohanes 19:41-42)

          Gereja Nativity, gua kelahiran Yesus (Lukas 2:1-6)

          Padang Gembala (Lukas 2:8-20)

          Gereja St. Peter Gallicantu (Matius 26:57-67) yang merupakan Synagoge Rumah Imam Agung Kayafas tempat Yesus diadili

          Ruang Perjamuan Terakhir (Markus 14:12-21)

          Makam Raja Daud

          Kota Jericho (Yosua 6:20) yang merupakan kota tertua di dunia yang temboknya runtuh oleh puji-pujian

          Pohon Ara yang dipanjat Zakeus (Lukas 19:1-10)

          Bukit Pencobaan, tempat Yesus oleh dicobai Iblis dan berpuasa selama 40 hari 40 malam

          Laut Mati

          Qumran, gua tempat ditemukannya gulungan kitab Suci Yesaya, Amos, Habakuk oleh suku Beduin

          Gunung Sinai (Keluaran 20:1-12)

          Biara St. Catherine untuk melihat sumur Yetro dan semak terbakar (Keluaran 3:1-2)

          Kairo, napak tilas perjalanan nabi Musa saat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan melewati Terusan Suez, Laut Merah.

          Rafidim (Keluaran 17:8) tempat dimana nabi Musa mengalahkan suku Amalek,

          Elim (Keluaran 15:27), tempat 12 mata air dan 70 pohon kurma

          Mara (Keluaran 15:22-26) tempat nabi Musa mengubah air pahit menjadi air manis

          Pyramid dan Sphinx, salah satu dari 7 keajaiban dunia

          Gereja Gantung, Gereja Abu Sirga (Matius 2:13-15) tempat yang digunakan Yusuf, Maria dan bayi Yesus bersembunyi selama pelarian di Mesir

          Ben Ezra Synagoge (Keluaran 2:10), tempat dimana bayi Musa dihanyutkan di Sungai Nil.

          Gereja St. Simon The Tanner

Banyak banget ya.. Moga bisa dikunjungi semua selama 11 hari perjalanan dan moga bisa membuat catatan perjalanannya.

Let’s counting down!

hari-hari

Dosen

My mom so proud of me for being a lecturer.

Menjelang satu tahun bergelut di bidang pendidikan, aku menyadari menjadi dosen bukan hanya berada di kelas mengajarkan materi mata kuliah yang dipegang. Prosesnya sudah dimulai dari satu bulan sebelum kelas pertama dimulai. Ada beberapa dokumen awal yang harus disiapkan oleh seorang dosen, seperti Rencana Pembelajaran Semester, Rancangan Tugas dan Kontrak Perkuliahan.

Dari tiga dokumen tersebut di atas akan tergambarkan selama satu semester: apa capaian pembelajaran yang diinginkan, topik-topik yang akan dibahas di setiap pertemuan, apa metode-metode pembelajaran pembelajaran yang akan digunakan dalam setiap pertemuan, buku/sumber referensi untuk mata kuliah tersebut, tugas-tugas apa yang harus dikerjakan oleh mahasiswa, bagaimana metode penilaian, aturan yang berlaku di dalam kelas selama tatap muka berlangsung. Idealnya, itu semua seharusnya sudah harus ada dan disetujui oleh kepala program studi sebelum kelas pertama berlangsung.

Selain mengajar (dan seluruh proses persiapannya), seorang dosen juga memiliki dua kewajiban lainnya, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat. Dua hal ini menjadi kewajiban yang harus dipenuhi seorang dosen untuk nanti bisa mengajukan sertifikasi dosen, naik tingkat, menunjang akreditasi perguruan tinggi tempat dia bernaung dan untuk bisa memiliki jabatan akademik.

Menjadi pengajar (dosen) itu ternyata sangat sulit, bagiku.