Trip Yerusalem

Standard

Hello November! Terasa cepat ya waktu ini berlalu. Persiapan Natal sudah mulai tampak dan terasa. Aku lihat ada rumah makan yang sudah pasang pohon Natalnya😀

Tahun ini, jika Tuhan berkenan, aku akan mengingat peristiwa malam Natal di kota kelahiran Yesus. Yes.. di kota Betlehem.

Sebenarnya agak mendadak keputusan untuk berangkat trip Yerusalem di tahun ini. Rencana untuk ziarah rohani ini sudah lama ada, namun bukan sesuatu yang mendesak untuk dijadikan nyata. Mengucap syukur mendapat lampu hijau dari atasan di kampus aku bias off selama 2 minggu sehingga bisa berangkat trip ini. Langkah berikutnya yang telah dilakukan adalah membayar down payment ke EO-nya.

Untuk trip kali ini akan dipandu oleh Bethany Travel, EO yang direkomendasikan oleh kakakku yang tahun lalu menggunakan EO ini trip ke Yerusalem. Nama trip-nya ‘Light of Jerusalem’. Berdasar itinerary yang sudah kudapatkan, berikut ini lokasi-lokasi yang akan dikunjungi selama trip ini:

          Gunung Nebo (Ulangan 34:1-12), tempat di mana nabi Musa melihat tanah yang dijanjikan Allah bagi Bangsa Israel.

          Tabgha (Yohanes 6:1-15), tempat Yesus menggandakan 5 roti dan 2 ikan.

          Gereja St. Peter Primacy (Yohanes 21:15-19), tempat Yesus meminta Petrus menggembalakan domba-dombaNya.

          Kota Kapernaum (Markus 2:1-12), tempat Yesus paling banyak mengadakan mukjizat.

          Bukit Sabda Bahagia (Matius 5:1-12), tempat Yesus mengajarkan tentang Sabda Bahagia.

          Danau Galilea (Matius 8:23-27), tempat Yesus berjalan di atas air dan menghardik badai.

          Gunung Tabor (Lukas 9:28-36), tempat Yesus dipermulikan dengan diapit oleh nabi Musa dan nabi Elia.

          Yordenit (Matius 3:13-17), untuk mengenang pembabtisan Yesus oleh Yohanes Pembabtis.

          Gereja Kana (Yohanes 2:1-11), tempat Yesus mengadakan mukjizat pertama kali.

          Rumah Keluarga Kudus (Matius 2:19-23)

          Church of Announciation (Lukas 1:26-38), tempat di mana Maria menerima kabar sukacita tentang kelahiran Yesus Kristus.

          Gereja Stella Maris (I Raja 18:1-4), melihat gua tempat nabi Elia bersembunyi

          Gunung Karmel (I Raja 18), tempat nabi Elia melawan 450 nabi Baal

          Tembok Ratapan

          Gereja St. Anna, gereja yang didirikan di atas rumah orangtua Maria

          Kolam Bethesda (Yohanes 5:1-18), tempat Yesus menyembuhkan orang lumpuh

          Menyusuri Via Dolorosa, Gereja Makam Kudus (Yohanes 19:16-27)

          Bukit Zaitun, Chapel of Ascension (Kisah 1:6-11), tempat Yesus terangkat ke sorga

          Pater Noster Church (Lukas 11:2-4), tempat Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami

          Dominus Flevit Church (Matius 23:37-39), tempat Yesus menangisi kota Yerusalem

          Taman Getsemane (Lukas 22:39-46), tempat Yesus melewatkan saat-saat terakhirnya sebelum ditangkap tantara Romawi.

          Kuburan Kosong (Yohanes 19:41-42)

          Gereja Nativity, gua kelahiran Yesus (Lukas 2:1-6)

          Padang Gembala (Lukas 2:8-20)

          Gereja St. Peter Gallicantu (Matius 26:57-67) yang merupakan Synagoge Rumah Imam Agung Kayafas tempat Yesus diadili

          Ruang Perjamuan Terakhir (Markus 14:12-21)

          Makam Raja Daud

          Kota Jericho (Yosua 6:20) yang merupakan kota tertua di dunia yang temboknya runtuh oleh puji-pujian

          Pohon Ara yang dipanjat Zakeus (Lukas 19:1-10)

          Bukit Pencobaan, tempat Yesus oleh dicobai Iblis dan berpuasa selama 40 hari 40 malam

          Laut Mati

          Qumran, gua tempat ditemukannya gulungan kitab Suci Yesaya, Amos, Habakuk oleh suku Beduin

          Gunung Sinai (Keluaran 20:1-12)

          Biara St. Catherine untuk melihat sumur Yetro dan semak terbakar (Keluaran 3:1-2)

          Kairo, napak tilas perjalanan nabi Musa saat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dengan melewati Terusan Suez, Laut Merah.

          Rafidim (Keluaran 17:8) tempat dimana nabi Musa mengalahkan suku Amalek,

          Elim (Keluaran 15:27), tempat 12 mata air dan 70 pohon kurma

          Mara (Keluaran 15:22-26) tempat nabi Musa mengubah air pahit menjadi air manis

          Pyramid dan Sphinx, salah satu dari 7 keajaiban dunia

          Gereja Gantung, Gereja Abu Sirga (Matius 2:13-15) tempat yang digunakan Yusuf, Maria dan bayi Yesus bersembunyi selama pelarian di Mesir

          Ben Ezra Synagoge (Keluaran 2:10), tempat dimana bayi Musa dihanyutkan di Sungai Nil.

          Gereja St. Simon The Tanner

Banyak banget ya.. Moga bisa dikunjungi semua selama 11 hari perjalanan dan moga bisa membuat catatan perjalanannya.

Let’s counting down!

Dosen

Standard

My mom so proud of me for being a lecturer.

Menjelang satu tahun bergelut di bidang pendidikan, aku menyadari menjadi dosen bukan hanya berada di kelas mengajarkan materi mata kuliah yang dipegang. Prosesnya sudah dimulai dari satu bulan sebelum kelas pertama dimulai. Ada beberapa dokumen awal yang harus disiapkan oleh seorang dosen, seperti Rencana Pembelajaran Semester, Rancangan Tugas dan Kontrak Perkuliahan.

Dari tiga dokumen tersebut di atas akan tergambarkan selama satu semester: apa capaian pembelajaran yang diinginkan, topik-topik yang akan dibahas di setiap pertemuan, apa metode-metode pembelajaran pembelajaran yang akan digunakan dalam setiap pertemuan, buku/sumber referensi untuk mata kuliah tersebut, tugas-tugas apa yang harus dikerjakan oleh mahasiswa, bagaimana metode penilaian, aturan yang berlaku di dalam kelas selama tatap muka berlangsung. Idealnya, itu semua seharusnya sudah harus ada dan disetujui oleh kepala program studi sebelum kelas pertama berlangsung.

Selain mengajar (dan seluruh proses persiapannya), seorang dosen juga memiliki dua kewajiban lainnya, yaitu penelitian dan pengabdian masyarakat. Dua hal ini menjadi kewajiban yang harus dipenuhi seorang dosen untuk nanti bisa mengajukan sertifikasi dosen, naik tingkat, menunjang akreditasi perguruan tinggi tempat dia bernaung dan untuk bisa memiliki jabatan akademik.

Menjadi pengajar (dosen) itu ternyata sangat sulit, bagiku.

Cerita Bening (1)

Standard

Hari Senin. Sudah jam 6 pagi. Bening tahu hal ini tanpa harus melihat ke jam unik yang ada di dinding kamar tidurnya. Lagi pula, tak ada gunanya untuk melihat ke jam dinding itu. Benda itu sudah berhenti berdetak dari beberapa bulan yang lalu, dengan jarum pendek berhenti di angka 9 dan jarum panjangnya di angka 12. Bening tidak tahu jam itu berhenti berdetak di jam 9 pagi atau jam 9 malam. Bening malas mengganti baterai jam dinding itu.

HP-nya masih terus membunyikan alarm penanda jam  6 pagi yang sudah beberapa bulan ini tersetel di HP-nya. Dengan malas Bening menyibakkan selimut dari tubuhnya, menggulingkan badannya ke ujung tempat tidur untuk meraih HP yang ada di atas meja rias.

Begini setiap pagi. Badannya menolak untuk segera turun dari tempat tidur ketika alarm berbunyi. Seakan ada gravitasi dari kasur yang memaksa Bening merebahkan kembali badannya dan menutup matanya. Itu sebabnya Bening harus juga menyetel alarm pada jam 6.20 pagi untuk jaga-jaga apabila dia ketiduran lagi.

Jam 6.20 HP-nya berbunyi lagi.. tuh kan, ketiduran lagi, Bening bergumam sendiri. Susah payah dia menegakkan badannya,  lalu menatap wajah dan separuh badannya di dalam cermin. Muka berminyak dan tebal. enndddut.. Bening tersenyum dan mengucapkan ‘selamat pagi cantik..’ kepada dirinya sendiri.

Bening membuka pintu kamarnya. Ruang tamu tampak gelap. Bening menarik ke arah kiri tirai jendela yang ada di ruang tamu. Seketika sinar matahari pagi menerobos masuk melalui jendela dan membuat ruangan agak terang. Bening berjalan malas ke dapur yang jaraknya hanya enam langkah dari ruang tamu, merebus segelas air minum yang akan diberi perasan jeruk nipis. Ritual yang sehat kalau konsisten dilakukan.

Tinggal sendirian di flat ini membuatnya tampak hebat di mata teman-temannya. Kok lo berani sih tinggal sendirian, Ning? Gitu rata-rata pertanyaan mereka. Bening bingung juga apa yang harus ditakutkan. Ada Mas security yang menjagai di lantai dasar, tidak sembarang orang bisa keluar masuk tower flat mereka. Kalo makhluk halus? hmm.. Bening bersyukur ga punya kemampuan untuk merasakan kehadiran atau pun melihat mereka.

Segelas air dengan perasan jeruk nipis hangat membelai dalam perutnya. Saatnya mandi. Bening lagi-lagi bersyukur setiap pagi masih bisa lancar nyetor ke toilet yang dilakukannya sambil membaca novel tebal yang sengaja dia letakkan di kamar mandi. Kalau tidak begitu, daftar buku belum terbaca tidak akan pernah memendek. Saat ini yang sedang dibaca adalah novel terjemahan lebih dari 1000 halaman, hadiah ulang tahun dari seorang mantan calon pacar 8 tahun yang lalu. Judulnya ‘Rumah untuk Tuan Biswas’, sebuah novel yang memenangkan penghargaan sastra. Sudah satu bulan novel itu jadi penghuni kamar mandi, dan Bening baru sampai di halaman 243. Ga boleh mandek lagi, tekad Bening.

Pagi ini Bening ada janji ketemu dengan seorang calon klien yang dikenalnya dari Menur, sahabatnya saat kuliah di Yogya. Menur bilang, manatau dari klien jadi soulmate. Ini kadang susahnya jadi perempuan usia kepala 3 dan masih single, semua orang berusaha untuk menjadikan aku double, bisik Bening.

Finising touch. Bening memoleskan lipstik merah muda ke bibirnya. She is so ready to beat the Monday.

Makan Siang, yukk…

Standard

26.Jul.2016 Sudah menjelang jam 12 siang Aku whatsapp (wa) Ike, bilang mau makan siang dulu. Ike bilang ikut. Jam 12 lewat sedikit meluncurlah kami ke kawasan MMTC.

Awalnya aku pengen makan sop. Teringat di RM Kamang Jaya ada menu sop daging, tapi porsinya gede, sementara Ike Cuma pengen ngemil karena jam 10-an baru aja makan nasi. Pas liat gambar mie aceh, eh tiba-tiba jadi pengen makan mie aceh. Ike bilang di MMTC ada mie aceh yang enak, namanya coffee shop Suramadu.

Setelah duduk di tempat yang kami inginkan, pelayan memberikan buku menu. Wah, makanan dan minumannya beragam. Ada sop juga. Tapi aku tetap pilih mie aceh special (22rb), dimasak kering. Minumnya aku pesan jus kedondong (10rb). Ike pesan pisang goreng susu keju (9rb) dan jus sirsak (10rb).

Ketika pesanan kami datang, untuk harga yang hemat itu, rasa makanan dan minumannya bisa dibilang enak. Rasa Mie aceh spesialnya pas di lidah, jus kedondong dan jus sirsaknya juga ok. Pisang gorengnya cukup bikin surprise, satu porsi isinya 5 buah dengan ukuran sedang. Muraah dan enak.

Sayangnya tak satupun menu yang kami pesan itu kami foto *lupa ritual sebelum makan*

Aku lihat hp sudah menunjukkan jam 1 siang. Aku panggil pelayan untuk pesan take away teh tarik panas (10rb), sekalian minta bill nya. Setelah diinfokan ke kasir, si cici kasir (pemilik rumah makan ini, kayaknya) mengeluarkan rincian tagihan dan pelayan menyerahkan ke meja kami. Total semua pesanan kami 61rb. Aku cek detailnya, oke semua.

Ike mengeluarkan uang 20rb, aku membuka tas untuk mengambil dompet. Eh.. dompetku kok ga ada.. Wadooh. Uang di dompet Ike juga ga cukup untuk bayar tagihan. Untung di sebelah rumah makan ada mart franchise yang ada ATM-nya, jadi Ike ke sana untuk ambil duit dulu. Duh malu aku dilihat pelayan yang antar bill yang masih nungguin di meja.

Lima menit kemudian Ike balik ke meja untuk mengabarkan kalo uang di mesin ATM-nya habis. Heh? Kok bisa kebetulan gini? Aku ke mobil sebentar untuk cek manatau dompetku ketinggalan di mobil, ga ada juga. Di mobil Cuma ada uang 7rb.. pusing pala Barbie.

Aku menemukan ide. Tanya ke cici kasir-nya ‘bisa ga kalo kami transfer aja? Dompet saya ketinggalan sementara ATM sebelah ga ada uangnya’. Cici jawab ‘ga bisa transfer. Sudahlah gapapa, ntar bayarnya pas lewat sini lagi aja..’. Wah, mana boleh gitu, bisikku dalam hati.

Mencoba cara lain, menelepon teman kampus yang mungkin masih di luar dan dekat dengan kami. Telpon ke H, ga bisa dihubungi. Akhirnya nelpon C, diangkat, dan aku jelaskan masalahnya, sayangnya dia lagi jauh dari lokasi kami. Hiks.. mau minta tolong sapa lagi.

Akhirnya dengan sangat terpaksa minta tolong staff perpustakaan yang ada di kampus. Ike menelepon blio, pinjam uang 50rb dan minta tolong office boy (OB) lain untuk mengantarkan uang tersebut ke kami yang masih di coffee shop. Jam 1.45 siang case closed. Puji Tuhan🙂

Tagihan 61rb, bayar 70rb, kembaliannya 9rb kami belikan pisgor susu keju untuk OB yang sudah berpanas-panasan mengantarkan uang 50rb itu. Biarpun rada malu, aku mungkin akan kembali lagi ke RM ini dalam waktu dekat. Enak dan murah sihhh… tapi next time pastikan dulu bawa dompet sebelum pesan makanan/minumannya..

Teman Seragam Merah Putih

Standard

Bila ditanyakan masa sekolah mana yang paling menyenangkan, aku akan menjawab masa SD dan kuliah S1. Mengapa masa SD?

  • Cukup berjalan kaki 15 menit dari rumah ke sekolah
  • Teman-teman satu kelas juga kebanyakan tetangga
  • Hanya ada satu kelas. Jadi selama 6 tahun ya orangnya itu2 aja, ehehehe
  • Sebelum masuk kelas, setiap hari akan diawali dengan nyanyi bersama lagu rohani, pembacaan ayat Alkitab dan doa bersama. Well, habit ‘hafal ayat’ di Nav sudah aku kenal dari sejak SD
  • Kenal dekat dengan guru-gurunya.
  • My first love (I think) was here🙂

Tidak ingat kapan persisnya, tahun 2015 yang lalu aku terhubung lagi dengan beberapa teman SD dan kami pun membuat Whatsapp Group (yang sampai tulisan ini dibuat membernya masih 10 orang, hehehe..) Pernah ada obrolan kami di grup mengingat-ingat lagi teman SD, kami berhasil mengumpulkan 40 nama. Lumayan hebat juga ingatan kami. Mengingat keterbatasan penyimpanan WA dan resiko HP hilang, aku tuliskan aja di blog ini nama teman-temanku di SD Advent IV Medan lulusan tahun 1990 ..

Laki-Laki:

  1. Heiman
  2. Ernest
  3. Immanuel
  4. Victor
  5. Taovala
  6. Erwinsyah
  7. Samsul
  8. Sera Abadi
  9. Saut
  10. Daud
  11. Bismar
  12. Alvianto
  13. Yudi Gendhut
  14. Jolly
  15. Hariswan
  16. Haris Hutagalung
  17. Irven
  18. Ronny Surbakti (alm.)
  19. Iwan (ga ingat aku orangnya)
  20. Antonius
  21. Benny Nadeak (ga ingat orangnya)
  22. ………

Perempuan:

  1. Ernita
  2. Erika
  3. Julietta
  4. Grace
  5. Nirmala
  6. Seri Ulina
  7. Endam Dame
  8. Evanita Sari
  9. Evilora
  10. Intan
  11. Hotmaida
  12. Netty Hutahean
  13. Lanny (cuma bentar aja, pindah sebelum lulus SD)
  14. Vivi Meta
  15. Lina
  16. Ira Maya (ga ingat aku orangnya)
  17. Tiurmaida
  18. Dewi Sartika
  19. Theodora (cuma bentar aja, pindah sebelum lulus SD)
  20. ………………….

Nah, kalo untuk guru-gurunya, seharusnya lebih ingat lagi ya..:

  1. Ibu Siagian
  2. Ibu Silalahi
  3. Ibu Silaen
  4. Ibu Marbun
  5. Ibu Situmeang
  6. Ibu Perangin-angin
  7. Miss Bakara (sempat les B. Inggris dengan miss ini)
  8. Bapak Hutagalung (kepsek yang mengajarkanku memimpin doa bersama)
  9. Bapak Pardede (kepsek menggantikan Pak Hutagalung)
  10. ………

Tidak ada yang kebetulan dalam hidupku, bersekolah di SD Advent IV  kuyakini ada dalam rancangan Tuhan. Sungguh kubersyukur untuk pendidikan dasar selama 6 tahun yang kuterima di sekolah ini, untuk karakter yang dibangun di masa-masa tumbuhkembang ku.

Miss those old good days.

Langit

Standard

26 Maret 2016.

Alarm di hp nya berbunyi di jam 6 pagi. Seketika itu juga Mita mematikan suara mirip ayam berkokok yang berisik itu. Niat untuk berolahraga ringan di pagi hari pun terbang entah ke mana. Mita menggeram ketika mendengar hp nya kembali berbunyi. Itu dering tanda ada telepon masuk. Ahh… siapa sih pagi-pagi begini menelponnya?

Mita meraih hp, melihat nama Langit di layar. Ngapain temannya yang tinggal di Yogya sana menelponnya pagi begini. Mata Mita melihat sekilas pada jam di dinding. Jam 8 pagi. Mita kaget dan langsung terduduk.

‘Halo Langit..’ aduh, Mita tak bisa menyembunyikan suara bantalnya yang terdengar sangat tidak asik.

‘Hai Mita.. lo baru bangun?.. ya ampun, rezeki lo dah dipatok ayam noohh..’ suara Langit yang riang memecah di ujung sana memaksa Mita semakin melek.

‘hehehe… iya nih, kan lo tau kalo gue tidur agak telat semalam. Ada apa? Tumben telpon gue jam segini..’

‘iya.. tebak dong gue sekarang lagi ada di mana?’

‘di Medan..’ tebak Mita asal.

‘hahhh? Kok lo tau sih? Padahal gue mau bikin surprise.. gue baru aja landing di Kualanamo nih.’

Sekarang Mita benar-benar tersadar. Ngapain Langit ke Medan? Ga pake ngomong-ngomong segala. Padahal dia telat tidur karena melayani chatting Langit semalam. Kurang asem nih orang..

‘Jangan bercanda donk Lang.. Kok lo ga ada bilang semalam kalo hari ini mau ke Medan. Awas ya kalo benaran sekarang lo lagi di Medan..’

‘namanya juga mau bikin surprise. Sukses ga gue? hahahah.. Eh, gue naik apa ya biar bisa nyampe ke rumah lo?

‘Hmmm….. Dari bandara lo cari aja taksi ke Siantar, banyak tuh.. Bilang aja mau ke rumah Pak Sembiring yang anaknya kerja di Medan. Langsung deh elo diantar ke rumah ortu gue. Pagar rumahnya pink, selang seling dengan warna oren..’ Mita mengoceh kesal.

‘lo kenapa Mit, laper ya? Sejak kapan lo jadi Sembiring? Bukannya lo Ginting? Lo punya Bapak tiri ya..?’ jawab Langit berusaha mengimbangi lawakan kesal Mita. ‘Gue minta maaf banget loh kalo ternyata surprise gue bikin jerawat lo sekarang jadi muncul sepuluh biji. Jangan marah ya.. cup..cup.. Gue ga mungkin juga langsung balik ke Yogya kalo lo sampe tolak kedatangan gue, soalnya tiket balik ke yogya dah gue beli, flight 2 hari lagi. Lagian gue bawa bakpia kesukaan lo, heheh..’

Mita tersenyum. Si Langit benaran ga bisa ditebak deh.

‘wajar donk gue kesal Lang.. kalo benaran lo emang sekarang lagi di Medan, ini kan pertemuan pertama kita sejak kita lulus SMP. Coba hitung, itu sudah berapa belas tahun yang lalu? Masa ketemu ama cowok cakep  gue kagak ada persiapan? Trus, gue makin kesal karena ga bisa nitip batik-batik cantik dari Yogya. Benaran deh lo.. Tapi ya sudah lah, gue maapin elo karena lo bawa bakpia.’

‘Thanks God, lo dah ampuni gue Mit..’ jawab Langit dengan kuping menghangat karena dibilang cakep.

‘Ya udah, untuk buying time, lo naik damri aja ya dari Kualanamo. Cari dan naiki damri yang berhentinya di Kerfor Gatsu. Ntar kita ketemuan di sana. Dari situ gampang lah kalo lo pengen jalan lihat-lihat kota. Lo bawa SIM AB lo kan? Gue bawa truk’ canda Mita lagi.

‘eh, maenannya truk ya? Siap bos.. Mit, gue dah ga sabar ketemu elo. Dandan yang cantik dan seger ya, soale gue tampak kucel, maklumlah ngejar first flight. Kita kan harus saling mengisi. See you soon’.

Klik. Telepon sudah ditutup seiring suara Langit yang juga menghilang. Sejenak Mita mencoba untuk mengingat dan mencerna kalimat terakhir sebelum Langit memutuskan telepon. Mita kembali tersenyum, menutup mata dan melipat tangan, berdoa mengucap syukur untuk pagi yang masih diberikan untuknya dan tentu saja untuk kedatangan Langit ke Medan..

‘Semoga weekend ini lebih indah, Tuhan. Kumohon. Amin.’

langit hati

Belum 30 Menit

Standard

27.Apr.2016 makan siang bersama teman kantor di warung joker, sesuai rekomendasiku. Rencananya tadi hanya berdua dan menggunakan mobilku, tapi karena yang ikut jadi 6 orang, akhirnya menggunakan mobil teman yang lain.

Menu yang kami pesan bervariasi sesuai dengan selera masing-masing, ada tom yam, sop ayam, sop daging, capcay, soto daging. Untuk minuman cuma aku yang pesan sirup kurnia (ga bergizi banget!!), yang lainnya semua pesan jus.

Rasa makanannya cukup enak, dibuktikan dengan tak ada makanan yang tersisa *lapaar*.

Saatnya meminta bill, dengan hitungan dan gerakan cepat, semua orang memberi masing-masing 50rb rupiah. Ternyata total tagihannya hampir 320rb. Teman yang mobilnya kami pake, menyerahkan 50rb untuk tambahan pembayaran.

Uang kembalian aku terima, lalu kami masuk mobil untuk kembali ke kampus. Dalam mobil, aku hitung-hitung di dalam kepala. Total bagianku hanya 35rb, jadi seharusnya aku masih ada lebih 15rb. Lalu kurang 20rb yang dibayar oleh temanku itu sapa yang harus nanggung ya? Kalo temanku itu juga, bisa bete juga dia, dah mobilnya dipake, dia pula yang harus bayar lebih banyak. Kalo dibagi rata ke semua peserta, males banget nagih beberapa ribu perak ke teman-teman. Sudahlah, gapapa aku bayar lebih 35rb, jarang-jarang juga berada dalam keadaan ‘terpaksa’ seperti ini, hehehe…

Sampai di kampus, aku datang ke ruangan temanku dan mengembalikan uang 50rb nya tadi.

Kembali ke meja kerja, buka gadget dan melihat ada email dari gojek yang bilang aku dapat voucher 100rb yang akan ditambahkan ke balance go-pay ku, yang bisa dipakai untuk membayar ongkos ojek, pesanan makanan, beli barang, dll. What a surprise.

image

Aku jalankan semua prosedurnya, and yess balance go-pay ku bertambah 100rb.

Belum juga 30 menit dari sejak aku merelakan uangku senilai 35rb untuk tambahan bayar makan, ehhh sudah langsung dapat gantinya 100rb. Untung 65rb.

Hehehe..