Berkat Hari Ini Untuk Esok

image

PA wanita single Nav Medan bulan Juli ini membahas bab 7-8 dari buku ‘The Worn Out Woman’. Dalam bab ini, penulis memberikan beberapa ide yang bisa dilakukan untuk mengembalikan semangat kala kita sedang lesu secara rohani ataupun jasmani.
Salah satu ide yang diberikan adalah menuliskan setidaknya 5 berkat khusus setiap harinya selama satu minggu. Tuliskan berkat-berkat khusus tersebut sebelum tidur dan baca kembali ketika kita bangun tidur keesokan harinya.
Menurutku ide ini unik dan menarik.
Saat menuliskan berkat, tanpa disadari hati kita dipenuhi ucapan syukur dan memuji Tuhan atas berkat yang kita terima tersebut. Hati kita juga pasti menghangat saat mengingat-ingat kembali berkat tersebut dan mungkin membuat kita tersenyum dan bersukacita. Kita pun berangkat tidur dengan hati senang dan akan tertidur pulas sepanjang malam.
Ketika alarm berbunyi membangunkan kita di pagi hari (yup, ku pengguna alarm), raih buku ataupun benda tempat kita menuliskan berkat itu semalam. Baca kembali berkat-berkat yang kita tulis beberapa jam sebelumnya. Tidakkah hati kita mulai menghangat kembali, bibir kita tersenyum dan mulut kita mulai memuji Allah pemilik kehidupan? Kita pasti bersemangat memulai hari dan meyakini Allah akan menolong kita memulai hari yang baru dengan berkat yang baru.
Kelak, bila menulis berkat ini menjadi kebiasaan, maka akan terciptalah satu buku berkat versi kita masing-masing. Beberapa tahun berikutnya, buku berkat ini akan menjadi pengingat sejarah iman dan pengharapan kita. Mungkin puluhan tahun kemudian, buku berkat ini bisa dibaca oleh anak atau cucu atau siapapun, yang bisa menjadi berkat dan inspirasi bagi orang yang membacanya. Buku ini menjadi satu warisan yang berharga.
Ayo Ndepurba, mulai torehkan penamu menuliskan berkat khusus yang kau terima hari ini.

image

Bawang Putih Tunggal

Berawal dari membaca share teman atas status orang lain di fesbuk tentang satu resep ramuan herbal yang tampak sangat mudah. Browsing sana sini ternyata artikel ini sudah banyak di-share di berbagai web. Di bawah ini cuplikan artikelnya:j

image

Aku ceritakan tentang ramuan ini ke Bi Uda, dan Bi Uda tertarik untuk mencoba. Manatau sakit amandel-nya bisa sembuh dengan konsumsi ramuan ini. Mamak juga mau.

Hari Minggu yang lalu (31 Mei 2015) mulailah aku berburu bawang putih tunggal (BPT). First stop di Carefour Padang Bulan. Keliling daerah bumbu, hanya menemukan bawang putih biasa. Tanya mbak yang jaga, katanya ga ada jual.
Masih semangat, kupacu motorku ke pajak (pasar) sore. Kutanyakan kepada pada penjual bumbu, ternyata ga ada yang jual. Akhirnya ketika melewati pedagang kembang, iseng bertanya, eh ternyata ibunya jual. Tapi..kaget pas dengar harganya dipatok 35rb/100gr, ga bisa kurang. Aku lihat bawang nya juga dah agak kering. Sambil senyum aku bilang, ntar dulu ya Bu.. Kok mahal bangeettt??

Masih berharap, aku meneruskan perjalanan ke Brastagi Supermarket. Ketika tiba di tempat ini, lagi rame benar. Keliling-keliling lagi, ga nemu. Pas tanya ke mbak yang jaga, jawabnya ‘di penjual kembang lah Kak’. Ihh… Akhirnya pulang dengan membawa pepaya 1 buah dan 2 bungkus quaker (yang lagi promo harganya).

Aku cerita kegagalan mendapatkan BPT ini ke Mamak dan Bi Uda. Kata Mamak, di pasar Pancur Batu pasti ada.

Kemaren (3 Juni 2015) akhirnya aku meluncur ke Pancur Batu mencari BPT. Setelah tanya sana sini, ketemu satu penjual yang punya BPT. Dia tanya mau beli berapa biji? Aku bingung, kok jualnya satuan. Aku bilang mau beli sekitar 100gram, ada raut senang di wajah ibu penjual. Dia bilang harga nya 50rb per 100 gram. Whaatttt?? Beuh, emang mahal ternyata BPT ini. Aku tawar 35rb, ga dikasih. Berlalulah aku dari si ibu penjual, dan 5 menit kemudian berlabuh di lapak yang lain. Aku liat wujug BPT yang segar. Ibu penjual bilang harganya 80rb per 100gr dan ga bisa kurang *pingsan*.

Kenapa sih ramuan ini ga pake bawang putih biasa ajaaaa?

Aku pun pulang dari pancur batu dengan menenteng kentang 1kg dan tomat 1/2kg, hehhe.. Dan dari penjual sayur tersebut aku dapat info bahwa BPT biasanya emang dijual per biji, jarang yang beli per 100 gram karena harganya emang mahal banget.

Menuju ke rumah aku pengen beli buah dan sayur di pasar dekat rumah. Pada kakak penjual buah langganan, aku cerita kalau aku lagi nyari BPT. Dia bilang, BPT ada di situ (nunjuk ke penjual kembang). Secercah harapan muncul lagi.

Datang ke penjual kembang, dia bilang harganya 2rb per biji. Kalau mau beli 100gr harus pesan dulu karena dia ga punya stock. Harganya 40rb per 100gr. Tetap aja mahal, tapi akhirnya aku pesan juga dengan kasih panjar 20rb rupiah. Semoga dapat BPT yang segar.

Oh BPT-ku.

Solo Trip

image

16.Mei.2015 @ Danau Toba

Menurutku hal yang diperlukan untuk bisa melakukan trip liburan yang asyik adalah:
1. Uang
2. Waktu
3. Tenaga
4. Teman perjalanan

Mungkin bagi beberapa orang yang suka solo trip, nomor 4 di atas tidaklah faktor penting. Cuma, aku belum bisa membayangkan trip sendirian.

Perasaan ‘biasa dan asyik-asyik saja’ kalo sendirian nonton ke bioskop, makan di foodcourt, ngopi di cafe ternyata tidak membuatku tertarik untuk melakukan solo trip.

Jadi, tulisan ini cuma mau curhat kalo saat ini aku lagi sedih karena punya no 1-3 tapi ga punya no 4.

Mungkin, beberapa bulan ke depan tetap masih sedih juga karena punya no 4, cuma no 2 nya ilang.

Ribet.

Biarlah Kamu Marah

Hari Minggu  (19.Apr.2015) aku ibadah minggu di GKI Kp. Keling. Sendirian seperti biasa :) Sampai di dalam gereja, sudah tidak ada bangku kosong yang terlihat mata. Padahal ibadah baru akan dimulai 10 menit lagi. Tumben banget bagian dalam bisa penuh secepat ini. Dengan terpaksa aku mengambil tempat duduk di luar/teras gereja.

Aku kurang suka ibadah di luar karena bagiku tidak nyaman. Semua kegiatan ditampilkan melalui layar televisi. Suasana ibadahnya ga terasa, banyak distorsi, khususnya dari suara kendaraan bermotor karena lokasi gedung gereja yang berada di tepi jalan besar/protokol kota.

Ketika tiba pada bagian ‘petunjuk hidup baru’, pembacaan diambil dari Mazmur 4 dan dibaca secara responsoria. Dari Mazmur 4 tersebut, ada satu ayat yang langsung begitu menghentak seakan menampar aku.. Iya, karena pada saat itu aku lagi kesal banget dengan seseorang.

Mazmur 4:2

Mazmur 4:5

Sepanjang hari itu sampai dengan tulisan ini dibuat, ayat tersebut masih terus melekat di pikiranku. Pulang gereja aku janjian lunch dengan Dian di Bavarian Haus di kompleks Tasbih. Aku membagikan ayat ini dan bertanya apa ya kira-kira yang dimaksud dengan ‘berbuat dosa’ dalam ayat ini? Menurut Dian, kalau lagi marah biasanya kita cenderung melakukan sesuatu dengan tujuan orang tersebut juga merasakan kekesalan hati kita. Benar juga. Kalau versiku, kalau lagi marah kita biasanya mencari-cari dan akhirnya mengungkit-ungkit kesalahan orang tersebut yang sebenarnya tidak relevan dengan masalah yang sebenarnya.

Selasa malam, aku share lagi ayat ini dengan Irma. Aku bagi  pemahaman lain tentang ‘berbuat dosa’ dalam ayat yang kupikirkan dari sejak lunch dengan Dian. Menurutku, membuat status di medsos bahwa kita lagi marah dan menuliskan dengan detail kenapa kita marah itu bentuk lain berbuat dosa. Ketika curhat ke orang lain sebagai pihak yang lagi marah, biasanya kita ingin dibenarkan dan tanpa sadar mungkin menceritakan keburukan orang tersebut kepada pihak lain. Ujung-ujungnya gosip.

Irma bilang ayat ini cocok untuk pasangan suami istri (pasutri). Kalau pasutri lagi bertengkar, ga boleh ada pihak yang tidur di ruang tamu. Kalau menurut aku, malah ga boleh ada yang tidur kalau marahnya belum reda. Siapa juga yang bisa tidur ya kalau lagi marahan sama suami/istri? :D

Irma juga bilang kalau hari itu dia juga sedang marah banget sama seseorang, jadi pas banget ayat ini untuknya. Aku yakin tidak ada yang kebetulan dalam kontrol-nya Tuhan. Sama seperti aku yang juga mendapatkan ayat ini ketika sedang dalam situasi marah kepada orang lain.

Kesimpulannya: kalau lagi marah sama orang lain, ngobrol aja sama bantal, heheheh…

Semoga kalian yang membaca tulisan ini sedang tidak lagi marah dengan seseorang. Pun kalau iya, semoga ayat ini bisa menguatkan kalian.

Kesempatan

Tanggal 25 Maret kemaren aku interview untuk sebuah pekerjaan. Terakhir aku interview sebelum kemaren adalah Desember 2005. Yes, nyaris 10 tahun yang lalu. Sejak masuk axis, aku ga ada apply kemana-mana lagi, walau beberapa kali pernah dihubungi pencari kerja karena lihat profile/cv ku di situs semacam karirdotcom. Namun, seingatku tidak ada yang aku oke-kan untuk berlanjut ke interview.
Aku bersyukur. Tawaran kerja justru datang ketika aku sedang tidak berusaha untuk mencari dan sudah punya kerja. Well, aku hanya pernah cerita ke beberapa orang kalo aku pengen jadi pengajar di bidang perpajakan. Ternyata aku bercerita ke orang yang tepat :D
Beberapa teman di kantor dulu mengatakan kalo aku itu cocok jadi pengajar. Jenjang pendidikan yang kupunya saat ini memenuhi kriteria untuk jadi pengajar *dan aku akan berpikir beribu kali bila disuruh lanjut sekolah lagi*
Untuk pekerjaan mengajar inilah interview kemaren dilakukan. Aku belum meng-iya-kan tapi sudah beri beberapa ‘syarat’ bila mereka ingin aku bergabung. Mari kita tunggu benefit yang akan mereka tawarkan dengan syarat yang aku berikan :)
Selesai interview aku balik ke toko a*e hardware yang berada pas di sebelah lokasi interview karena di tempat ini aku parkir si Beaty. Lagi asyik melihat-lihat barang, aku teringat harus menghubungi Mrs. Kumar untuk menanyakan apakah kami bisa pergi ke daerah Darjeeling saat trip ke India di bulan enam nanti.
Dari satu topik ke topik lain, kami tiba di topik pekerjaan. Mrs. K bilang kalo dia ada rencana juga untuk buka toko. Aku membagikan beberapa hal tentang pengalamanku terkait dengan toko. Aku kagum dengan kegigihan Mrs. K menjemput rejeki. Bagaimana dia bisa membagi waktunya sebagai konsultan, dosen, tutor di kursus yang dia buka? Dan sekarang dia mau buka toko juga? Ck..ck..saya kagum bukk..
Aku jadi merenung lagi akan keinginanku untuk menjadi dosen. Tujuan utamaku apa ya? Yang pasti bukan rupiah-nya, meskipun aku pasti mempertimbangkan benefit yang akan mereka tawarkan.
Bila aku jadi dosen, aku akan kehilangan waktu berenang pagiku yang sekarang lagi rutin kujalankan. Aku akan menghabiskan wiken ku di toko. Aku akan semakin susah untuk bertemu dengan teman-temanku.

Bila aku jadi dosen, maka pengalaman hidupku bertambah, ilmu bisa di-update dan dibagi, berjiwa muda karena bertemu dengan anak-anak muda dan bisa membagikan value hidup kepada mereka, networking bertambah luas (manatahu ketemu jodoh, hehehe…). Bila ber-status dosen, mungkin kesempatan mendapatkan visa Amrik akan lebih besar  *boleh ya mimpi ke Amrik?*

Sepertinya sisi pro-nya lebih bernilai ya?
Aku masih belum yakin, walaupun sudah interview, masih terus menantikan konfirmasiNya.

image

Orang Dunia

Di pengujung February yang lalu, aku diminta berbagi kisah bagaimana kehidupanku di tahun 2014 dalam acara Bona Taon Nav Medan. Iya, memang (sangat) telat ya Bona Taon nya diadakan. Better late than never :D

Inti cerita-ku adalah tentang adaptasiku sejak pindah ke Medan dan beralih kerja menjadi pengelola toko. Suasana bekerja yang sangat berbeda saat di Jakarta dulu. Sangat berbeda hampir dari semua sisi. Ruang kerja, jenis pekerjaan, jam kerja dan orang-orang yang dihadapi. Untuk yang terakhir ini, yang paling susah dihadapi adalah preman dengan segala pungutan liarnya. Aku bahkan berencana untuk bertanya kepada pemimpin rohani: apa kata Alkitab tentang preman dan bagaimana seharusnya anak Tuhan menghadapi preman?

Tuhan menjawab apa yang kupertanyakan itu dalam khotbah Bona Taon. Salah satu perikop yang dibacakan adalah ‘Doa Yesus untuk murid-muridNya’ (Yohanes 17), dan ayat yang diminta untuk didiskusikan dalam kelompok kecil adalah Yohanes 17: 14-15.

Apa kata Alkitab tentang preman (orang jahat)?

(Yesus berdoa) ‘Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat’.

Mereka dalam perikop ini merujuk pada murid-murid Tuhan Yesus. Jadi, selama kita berada di dunia ini jangan terlalu heran kalau kita akan sering berhadapan dengan orang-orang dunia yang memiliki prinsip hidup yang tidak benar. Sebagai pengikut Tuhan, kita harus selalu ingat bahwa kita tidak berasal dari dunia ini. Nilai hidup kita berbeda, wajar kalau terjadi bentrokan. Tapi, jangan takut. Tuhan Yesus sudah meminta kita dijagai dari yang jahat, artinya pun kalau kita diganggu tidak sampai membahayakan nyawa kita.

Aku jadi berpikir, mengingat preman di sekitarku ini adalah penduduk setempat, kemungkinan besar mereka juga adalah yang sering hadir di gereja pada hari Minggu, fasih mengucapkan Doa Bapa Kami, bahkan mungkin kami pernah menghadiri ibadah yang sama. Tapi kesamaan ini tidaklah menjamin bahwa mereka tidak berasal dari dunia ini. Karena mereka membenci orang-orang yang memiliki nilai hidup yang benar.

Bagaimana menghadapi preman?

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16)

Bila kita terpaksa berurusan dengan orang yang jahat hatinya, kita juga tidak boleh berdiam diri saja menerima perlakuan jahat mereka. Yes, kita harus berdoa minta pertolongan Tuhan. Namun tidak cukup sampai di situ. Kita harus melakukan tindakan yang cerdik. Kita tidak boleh membalas mereka dengan hal yang jahat karena kita berpegang pada ajaran kasih.

Misal bila kita dipungut iuran dengan jumlah yang tidak semestinya, kita harus mencari peraturan/hukum Negara yang mengatur hal tersebut. Saat kita berhadapan dengan mereka kita sudah mempunyai pengetahuan yang cukup untuk berdiskusi. Tetap pertahankan intonasi suara yang tenang walaupun rasanya emosi sudah naik ke ubun-ubun :)

Semoga Roh Kudus memampukan bila aku berada dalam situasi seperti ini.

Rasanya lega mengetahui bahwa Tuhan Yesus telah berdoa untuk keselamatan murid-muridNya, berdoa untukku.

Hilang

22.Mar.2015 so ready to enjoy this Sunday. Dalam otak, sudah kubagi-bagi waktu yang ada hari ini untuk beberapa kegiatan. Ibadah minggu, ke toko, chit-chat dengan teman sambil ngopi-ngopi cantik. Masih sempat kubuatkan jus jambu merah biji campur yakult dengan blender kesayangan. Saatnya cussss.
Kupanaskan mesin Beaty sejenak. Pakai jaket, pakai helm, taruh backpack di punggung. Keluarkan si Beaty ke luar dari pagar rumah. Kok ban Beaty terasa agak aneh ya. Kujadi was-was, jangan-jangan ban belakang kempes lagi kayak 2 hari yang lalu.
Kekuatiranku jadi nyata. Ban belakang Beaty kempes rada parah. Aku lihat ada paku menempel di ban luar. Again?? :(
Ini hari minggu, banyak bengkel tutup. Kata sepupuku dekat toko ada bengkel yang buka, hanya aku ga yakin si Beaty sanggup membawaku ke toko, tak mungkin juga ku dorong sejauh itu.
Masukkan lagi si Beaty ke dalam pagar. Lalu kuputuskan berjalan kaki ke depan kompleks untuk melihat manatau ada bengkel yang buka. And thanks God, ada yang buka. Balik lagi ke rumah, dan membawa si Beaty ke bengkel. Sekalian kuminta si Beaty dimandikan karena dia sudh tampak kusam. Kata si Bapak, silahkan diambil 1 jam lagi.
Balik ke rumah, kuhabiskan waktu menunggu dengan menyantap makan siang dan menelepon seorang teman. Asik berbicara, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Wadooh..
Hilang sudah mood ku untuk menikmati hari. Semua rencana dalam kepala menghilang. Manyoon.
Maafkan aku Tuhan tidak datang ke gereja hari ini. Mohon jangan hilang mood atas diriku ini ya..

image

masih menanti hujan berhenti..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.